Hari Bumi 2025
Pondok Cikedokan mengadakan rangkaian kegiatan bertema “Rimbun Seperti Bambu, Lestari untuk Bumi” pada Selasa, 22 April 2025. Tema ini mengangkat filosofi bambu sebagai simbol kekuatan, kesederhanaan, dan keberlanjutan hidup yang selaras dengan alam.
Kegiatan dimulai sejak pagi di Rumah Keong, dengan pembukaan oleh MC, sambutan dari pengasuh, dan pembacaan Ikrar Hari Bumi yang menggugah semangat cinta lingkungan. Pembukaan ditandai dengan bunyi angklung bersama-sama—lambang harmoni, keberagaman, dan kebersamaan dalam menjaga bumi. Dilanjutkan dengan penyerahan bibit bambu secara simbolik sebagai tanda dimulainya aksi pelestarian.
Workshop & Taksonomi Bambu

Workshop Klasifikasi Bambu
Setelah itu, peserta mengikuti sesi workshop klasifikasi dan taksonomi bambu bersama Kak Sopin di perpustakaan. Di sini, peserta diajak mengenal berbagai jenis bambu, memahami struktur biologisnya, serta mempelajari peran bambu dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan ini bukan hanya membuka wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat terhadap keanekaragaman hayati lokal.

Mengenal Struktur dan Jenis Bambu di Lapangan
Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung penanaman bambu di lingkungan Pondok Cikedokan. Menanam bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga simbol perawatan jangka panjang terhadap bumi kita tercinta.

Penyeplitan Bambusa vulgaris var (Haur Hejo)
Tak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan sesi kebersamaan yang hangat: menyiapkan makanan bersama. Peserta memancing ikan, memetik sayuran dari kebun, dan memasak bersama. Kegiatan ini mengajarkan kemandirian, kerja sama, serta menghargai hasil alam secara langsung.
Acara ditutup dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan), memberi waktu bagi peserta untuk merenung dan menikmati hasil kerja bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kesadaran ekologis.
