SEKOLAH LAPANG PEWARIS PERHUTANAN SOSIAL
Pada hari Senin, 16 Februari 2026, Sekolah Lapang Srimanganti LPHD Berkah Tani menyelenggarakan kegiatan laporan hasil Live In yang telah dilaksanakan di empat lokasi Perhutanan Sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi peserta Sekolah Pewaris Perhutanan Sosial.

Sebelumnya, pada tanggal 11 Februari 2026 pukul 17.09 WIB, peserta diberangkatkan menuju empat lokasi Perhutanan Sosial untuk mengikuti program Live In selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat hidup bersama masyarakat setempat, memahami kondisi riil di lapangan, serta mempelajari praktik-praktik pengelolaan hutan yang telah berjalan, termasuk kisah petani sukses dan tata kelola kelembagaan yang kuat.
Peserta dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan lokasi tujuan. Setiap kelompok diberikan tugas pembelajaran, yaitu:
- Menyusun Fotonovela sebagai dokumentasi visual dan naratif kegiatan.
- Mengidentifikasi inspirasi dan pelajaran berharga yang diperoleh selama Live In.
- Menggali serta mencatat praktik kerja atau hal-hal baik yang dilakukan oleh kelompok tujuan.
- Merumuskan hal-hal yang dapat diterapkan di LPHD Berkah Tani sebagai tindak lanjut pembelajaran.
Aktivitas Peserta Selama Live In

Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan berbagai aktivitas pembelajaran, antara lain:
- Observasi praktik konservasi di lapangan
- Diskusi manajemen dan tata kelola kelompok
- Simulasi teknik budidaya dan pengelolaan lahan
- Sharing pengalaman bersama pengurus dan anggota kelompok setempat
- Dokumentasi kegiatan sebagai bahan laporan dan pembelajaran
LPHD Berkah Tani: Mencetak Generasi Pemimpin Desa
Kegiatan Live In ini merupakan wujud nyata dari komitmen LPHD Berkah Tani untuk membina generasi muda desa agar menjadi pemimpin, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Melalui pengalaman langsung di lapangan, peserta belajar bagaimana mengelola hutan secara optimal dan terstruktur, memimpin kegiatan kelompok, serta mengambil keputusan yang berdampak bagi kesejahteraan komunitas.

Setiap praktik konservasi, diskusi kelompok, dan dokumentasi yang mereka lakukan bukan sekadar pembelajaran, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan yang tangguh. Dengan pendekatan ini, LPHD Berkah Tani menegaskan visi besarnya: hutan terjaga, masyarakat sejahtera, dan generasi muda siap memimpin masa depan desa secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Perempuan Menginspirasi
Dalam kegiatan Live In ini, terdapat tiga peserta perempuan yang tinggal di salah satu kelompok Perhutanan Sosial yang diketuai oleh Ibu Hendah. Di lokasi tersebut, peserta menyaksikan langsung bagaimana beliau mengorganisir masyarakat, menggerakkan pemuda dan pemudi, serta membangun semangat kolektif dalam pengelolaan hutan.


Kepemimpinan beliau menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menjadi leader dalam pengelolaan Perhutanan Sosial.
Salah satu peserta Sekolah Lapang (perempuan) menyampaikan:
“Kami semua terbangun dan tergerak oleh ungkapan serta gerakan Bu Hendah. Beliau membuktikan bahwa perempuan bisa memimpin dan membawa perubahan dalam Perhutanan Sosial.
Generasi Tepi Hutan: Kekuatan yang Bangkit dan Bersinar
Live In ini menghadirkan satu kesadaran penting: pemuda dan pemudi yang tumbuh di wilayah tepian kota, berdekatan dengan hutan, bukanlah generasi yang tertinggal oleh zaman. Justru dari ruang-ruang sunyi itulah lahir karakter yang kuat, daya juang yang tinggi, dan kepemimpinan yang autentik.

Selama dua hari hidup bersama masyarakat, peserta menyaksikan bagaimana para pemuda desa bergerak dengan percaya diri. Mereka aktif mengelola lahan, berdiskusi tentang masa depan kelompok, hingga berani mengambil peran dalam organisasi. Mereka tidak menunggu perubahan datang, mereka menciptakannya.
Yang lebih membanggakan, mereka mampu mematahkan ketakutan atas keterbatasan diri. Jarak dari pusat kota tidak membuat mereka merasa kecil. Stigma sebagai masyarakat “pinggiran” tidak membuat mereka mundur. Sebaliknya, semua itu justru membentuk mentalitas tangguh.
Dengan penuh keyakinan, mereka menyampaikan pesan sederhana namun menggugah:
“Kami bisa!”.
Dua kata yang mencerminkan keberanian untuk berkembang, tekad untuk belajar, dan kesiapan untuk memimpin. Live In ini membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh keberanian untuk bertumbuh. Di kawasan hutan, di desa-desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, tumbuh generasi yang siap menjadi penggerak Perhutanan Sosial.

Dalam sesi laporan hasil kegiatan, fasilitator menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian peserta. Ia mengungkapkan bahwa kebahagiaan yang dirasakan tidak terhingga melihat kemampuan peserta dalam menyusun fotonovela yang indah, runtut, dan kompleks.
“Saya merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Fotonovela yang disusun peserta sangat bagus, indah, dan kompleks. Bahkan di antara mereka ada Abdul Malik, yang hanya lulusan SD kelas 5, tetapi mampu membuat fotonovela yang sangat memukau. Ini membuktikan bahwa semangat belajar dan pengalaman lapangan jauh lebih penting dari pada latar belakang pendidikan formal.”
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa Sekolah Lapang mampu menggali potensi luar biasa dari setiap peserta.
Adapun hasil fotonovela yang dibuat oleh peserta sekolah lapang dapat dilihat dengan mengklik tautan berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/14j_xNuwku_C-Tks1Vtn6eCNiDEkkyN_q?usp=drive_link

