pembukaan sekolah lapang srimanganti

SEKOLAH PEWARIS PERHUTANAN SOSIAL

Pada Selasa, 10 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembukaan Sekolah Lapang Srimanganti (Sekolah Pewaris Perhutanan Sosial) di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Sekolah lapang ini didirikan oleh Kelompok Perhutanan Sosial LPHD Berkah Tani sebagai bagian dari pelaksanaan rencana kerja perhutanan sosial, sekaligus merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh 12 calon siswa dan siswi beserta orang tua, 27 peserta lainnya, serta perwakilan dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukamurni menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana, program, dan langkah nyata yang diinisiasi melalui Sekolah Lapang Srimanganti. Program ini dinilai sebagai upaya strategis dalam menumbuhkan kepedulian dan peran aktif pemuda-pemudi desa agar tetap tinggal, berkontribusi, serta membangun kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah pedesaan.

Perwakilan dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) turut menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan sekolah lapang ini. Pada kesempatan tersebut, CDK juga menegaskan pentingnya pemahaman serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar seluruh aktivitas pengelolaan perhutanan sosial berjalan searah dan tidak bertentangan dengan kebijakan negara.

Simbolis kepada calon siswa/i oleh Kepala Desa Sukamurni dan Penanggung Jawab Desa Mekarmurni

Keberadaan Sekolah Lapang Srimanganti diharapkan menjadi wujud aksi nyata Kelompok Perhutanan Sosial dalam mencetak kader-kader pewaris perhutanan sosial yang mampu menata dan mengelola wilayah, baik dari aspek kehutanan maupun sosial kemasyarakatan. Adapun fokus materi pembelajaran dalam sekolah lapang ini meliputi:
1. Dasar-dasar Perhutanan Sosial
2. Pemetaan Wilayah dan Konservasi
3. Budidaya dan Peternakan
4. Kearifan Lokal

Materi-materi tersebut akan terus dikembangkan dan diperkaya dengan pembelajaran lain yang menunjang keberlanjutan kehidupan masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Dampak Nyata Sekolah Lapang dalam Penguatan Kelompok Perhutanan Sosial

Sebagai gambaran manfaat nyata dari pelaksanaan sekolah lapang, salah satu kelompok yang telah merasakan dampaknya adalah KTH Griya Bukit Jaya dari Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan. Ibu Hendah, selaku ketua kelompok, berperan sebagai penggerak utama dalam membangun kepemimpinan pemuda dan perempuan desa, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan hilirisasi hasil perhutanan sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »